LABUAN BAJO - MANGGARAI BARAT

LABUAN BAJO - MANGGARAI BARAT



Nama ; Elysia Nimitta Horas
Kelas/Prodi ; 3A / Usaha Perjalanan Wisata
NIM; 2146030 


LABUAN BAJO - MANGGARAI BARAT 
 
Hai gaiss yukk jalan-jalan ke Labuan Bajo 
keren banget lohh!!!!



Gambar 1 Labuan bajo



Labuan Bajo merupakan salah satu kota yang berada di kecamatan komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia. Kota Labuan Bajo juga merupakan ibu kota dari kecamatan Kecamatan Komodo dan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat Sedang diwacanakan pengembangan Kota Labuan Bajo.Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata superprioritas di Indonesia.

Suku dan Bahasa

Gambar 2 Suku di labuan bajo

 Masyarakat kabupaten Manggarai Barat terdiri atas beragam suku, termasuk Mayoritas Suku Manggarai, dan suku lain. Sementara di Labuan Bajo, mayoritas penduduk adalah suku Manggarai Barat . Bahasa yang digunakan, selain bahasa resmi nasional bahasa Indonesia, keseharian penduduk juga memakai bahasa Manggarai dialek Manggarai Barat. Suku Manggarai kebanyakan bekerja bercocok tanam di ladang dan sawah. Tanaman yang mereka tanam diantaranya adalah padi, ubi kayu, jagung, buah dan sayur. Selain itu, mereka juga beternak hewan seperi kerbau, sapi, kuda, babi, anjing, ayam, dan ada juga yang bekerja sebagai nelayan yaitu suku bajo.



Agama
Tahun 2022, jumlah penduduk kelurahan Labuan Bajo sebanyak 6.973 jiwa, dengan kepadatan 506 jiwa/km². Pada umumnya masyarakat suku Manggarai memeluk agama Katolik, dan Protestan, sementara masyarakat suku Pendatang Bajo beragama Islam. Adapun persentasi penduduk kelurahan Labuan Bajo berdasarkan agama yang dianut, data Kementrian dalam negri 2022, yakni Mayoritas pemeluk agama Kristen 81,46% [Katolik 80,76% & Protestan 0,70%], kemudian islam 17,94% Kemudian yang beragama Hindu 0,46% dan Buddha 0,14%.


Fasilitas Umum
Gambar 3 Fasilitas di Labuan Bajo

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis, antara lain;

  • Pusat pemerintahan; ibu kota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
  • Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola,SMAK Seminari St.Yohanes Paulus II), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
  • Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI
  • Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo,Pulau Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long Beach

Transportasi 
    Gambar 4 Transportasi di Labuan Bajo

  • Bandar Udara Komodo
  • Dermaga Ferry
  • Pelabuhan Pelni
  • Kota ini cukup kecil dan dapat dengan mudah dilalui dengan berjalan kaki (dalam 10-15 menit). Ojek dan bemo lewat setiap 5 menit jika Anda bosan berjalan. Anda bisa menyewa sepeda motor seharga Rp 75.000 / hari. Sepeda motor terbatas di kota dan hanya ada beberapa skuter yang tersedia.


Sejarah
Labuan Bajo pada awalnya merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekarang, Labuan Bajo telah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo. Penggunaan nama dan sejarah Labuan Bajo tidak lepas dari Flores – pulau Cabo de Flores dalam bahasa Portugis.

Cabo de Flores bermakna Tanjung Bunga, diberikan oleh S.M. Cabot untuk menyebut wilayah timur Flores. Sejak 1636, nama Flores kemudian dipakai secara resmi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer. Nama asli dari Flores adalah Nusa Nipa yang berarti Pulau Ular. Dari sudut antropologi, nama ini lebih baik karena bermakna filosofis dan kultural.

Catatan tertua yang menyebut nama Labuan Bajo terdapat dalam sebuah laporan berjudul Koloniale Jaarboeken Maandschrift tot Verspreiding van Kennis der Nederlansche en Buitenlandsche Overzeesche Besittingen oleh Jacques Nicolas Vosmaes di tahun 1862. Laporan tersebut menjelaskan dalam artikel tahun 1833 dilaporkan sebuah perjalanan laut menuju ‘Laboean Badjo’.



Gambar 5 Sejarah Labuan Bajo


Secara bahasa, Labuan Bajo memiliki arti tempat berlabuhnya suku Bajo. Suku bangsa ini merupakan kelompok etnis nomaden di laut, tidak heran jika banyak yang menyebutnya dengan Gipsi Laut. Mereka berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina yang bermigrasi ratusan tahun lalu ke Sabah dan seluruh penjuru dunia, bahkan hingga ke Kepulauan Madagaskar.

Suku Bajo di Indonesia telah banyak yang beradaptasi budaya dengan masyarakat lain. Sebagian besar tidak lagi hidup nomaden, mereka hidup dengan menetap di pesisir pantai dengan hunian yang sederhana. Suku Bajo merupakan manusia ikan asli Indonesia. Secara ajaib, tubuh mereka mengalami evolusi berupa perbesaran limpa sampai 50% lebih besar.

Dengan ukuran yang di atas rata-rata, memungkinkan mereka dapat tahan berenang di kedalaman hingga 60 meter selama 13 menit tanpa alat bantu apapun. Para peneliti juga menemukan keberadaan gen PDE10A pada Suku Bajo. Gen tersebut berfungsi mengontrol hormon tiroid tertentu. Pada hewan seperi tikus, hormon tiroid dikaitkan dengan ukuran limpa.

Wilayah Kekuasaan Bajak Laut

Labuan Bajo pernah beberapa kali masuk dalam wilayah kekuasaan dari sejumlah kesultanan Islam dari Pulau Sulawesi, salah satunya Kerajaan Gowa Tallo. Sejak itu, banyak penduduk asli Suku Bugis yang melakukan migrasi ke Labuan Bajo. Tidak mengherankan, saat ini di tempat ini banyak ditemui rumah-rumah tradisional Bugis dan Bajo yang bersebelahan.

Tahun 1795, Labuan Bajo menjadi basis operasi bagi Bajak Laut paling terkenal dari Suku Bajo. Pada 1823, Bajak Laut Illano, Sulu, Bajo, dan Tobelo melakukan penyerbuan ke pesisir Manggarai bagian utara. Mereka lalu mendirikan pangkalan di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kawasan yang sangat strategis untuk mecegat kapal-kapal yang berlayar di Makassar.



Gambar 6 Wilayah kekuasaan Bajak Laut



Awal abad ke-20, Labuan Bajo menjadi sentra penghasil teripang terbaik dan penghasil mutiara laut alami. Tahun 1907, Labuan Bajo dan Flores berada di bawah kendali Belanda. Pasca invasi Jepang, cerita tentang Labuan Bajo seolah berhenti begitu saja. Banyak tradisi yang perlahan tergerus oleh waktu. Pengerasan pantai telah merenggut halaman laut.

Awal abad ke-20, Labuan Bajo menjadi sentra penghasil teripang terbaik dan penghasil mutiara laut alami. Tahun 1907, Labuan Bajo dan Flores berada di bawah kendali Belanda. Pasca invasi Jepang, cerita tentang Labuan Bajo seolah berhenti begitu saja. Banyak tradisi yang perlahan tergerus oleh waktu. Pengerasan pantai telah merenggut halaman laut.





28 AGUSTUS 2022 - LABUAN BAJO

Komentar