LABUAN BAJO - MANGGARAI BARAT
Nama ; Elysia Nimitta Horas
![]() |
| Gambar 1 Labuan bajo |
Suku dan Bahasa
![]() |
| Gambar 2 Suku di labuan bajo |
![]() |
| Gambar 3 Fasilitas di Labuan Bajo |
Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis, antara lain;
- Pusat pemerintahan; ibu kota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
- Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola,SMAK Seminari St.Yohanes Paulus II), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
- Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI
- Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo,Pulau Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long Beach
- Bandar Udara Komodo
- Dermaga Ferry
- Pelabuhan Pelni
- Kota ini cukup kecil dan dapat dengan mudah dilalui dengan berjalan kaki (dalam 10-15 menit). Ojek dan bemo lewat setiap 5 menit jika Anda bosan berjalan. Anda bisa menyewa sepeda motor seharga Rp 75.000 / hari. Sepeda motor terbatas di kota dan hanya ada beberapa skuter yang tersedia.
![]() |
| Gambar 4 Transportasi di Labuan Bajo |
Cabo de Flores bermakna Tanjung Bunga, diberikan oleh S.M. Cabot untuk menyebut wilayah timur Flores. Sejak 1636, nama Flores kemudian dipakai secara resmi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer. Nama asli dari Flores adalah Nusa Nipa yang berarti Pulau Ular. Dari sudut antropologi, nama ini lebih baik karena bermakna filosofis dan kultural.
Catatan tertua yang menyebut nama Labuan Bajo terdapat dalam sebuah laporan berjudul Koloniale Jaarboeken Maandschrift tot Verspreiding van Kennis der Nederlansche en Buitenlandsche Overzeesche Besittingen oleh Jacques Nicolas Vosmaes di tahun 1862. Laporan tersebut menjelaskan dalam artikel tahun 1833 dilaporkan sebuah perjalanan laut menuju ‘Laboean Badjo’.
![]() |
| Gambar 5 Sejarah Labuan Bajo |
Secara bahasa, Labuan Bajo memiliki arti tempat berlabuhnya suku Bajo. Suku bangsa ini merupakan kelompok etnis nomaden di laut, tidak heran jika banyak yang menyebutnya dengan Gipsi Laut. Mereka berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina yang bermigrasi ratusan tahun lalu ke Sabah dan seluruh penjuru dunia, bahkan hingga ke Kepulauan Madagaskar.
Suku Bajo di Indonesia telah banyak yang beradaptasi budaya dengan masyarakat lain. Sebagian besar tidak lagi hidup nomaden, mereka hidup dengan menetap di pesisir pantai dengan hunian yang sederhana. Suku Bajo merupakan manusia ikan asli Indonesia. Secara ajaib, tubuh mereka mengalami evolusi berupa perbesaran limpa sampai 50% lebih besar.
Dengan ukuran yang di atas rata-rata, memungkinkan mereka dapat tahan berenang di kedalaman hingga 60 meter selama 13 menit tanpa alat bantu apapun. Para peneliti juga menemukan keberadaan gen PDE10A pada Suku Bajo. Gen tersebut berfungsi mengontrol hormon tiroid tertentu. Pada hewan seperi tikus, hormon tiroid dikaitkan dengan ukuran limpa.
Wilayah Kekuasaan Bajak Laut
Labuan Bajo pernah beberapa kali masuk dalam wilayah kekuasaan dari sejumlah kesultanan Islam dari Pulau Sulawesi, salah satunya Kerajaan Gowa Tallo. Sejak itu, banyak penduduk asli Suku Bugis yang melakukan migrasi ke Labuan Bajo. Tidak mengherankan, saat ini di tempat ini banyak ditemui rumah-rumah tradisional Bugis dan Bajo yang bersebelahan.
Tahun 1795, Labuan Bajo menjadi basis operasi bagi Bajak Laut paling terkenal dari Suku Bajo. Pada 1823, Bajak Laut Illano, Sulu, Bajo, dan Tobelo melakukan penyerbuan ke pesisir Manggarai bagian utara. Mereka lalu mendirikan pangkalan di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kawasan yang sangat strategis untuk mecegat kapal-kapal yang berlayar di Makassar.
![]() |
| Gambar 6 Wilayah kekuasaan Bajak Laut |






Komentar
Posting Komentar